Laporan Chainalysis menyebut transaksi kumulatif lewat protokol x402 di jaringan Base melonjak dari sekitar 1.500 transaksi pada pertengahan 2025 menjadi lebih dari 138 juta transaksi pada kuartal ketiga 2026. Lebih dari 87 persen pembayaran bernilai antara 0,0001 dan 0,10 dolar AS, dan dompet yang terhubung ke Amerika Serikat menyumbang 88,1 persen pembayaran inferensi model AI yang bisa dilacak asalnya. Median jarak waktu dari dompet menerima dana pertama sampai pembayaran x402 pertamanya turun dari 73 hari menjadi 18 menit.
CoinDesk (14 Oktober 2026), dikuatkan Fortune, blog resmi Chainalysis, dan PaymentsJournal2 mnt baca
The Korea Times (14 Oktober 2026), dikuatkan siaran resmi FSC Korea, Yonhap, Seoul Economic Daily, dan Chosun Biz2 mnt baca
Gambaran hari ini
Hari ini batas antara uji coba dan kebiasaan belanja agen AI mulai terlihat jelas: 138 juta transaksi lewat protokol x402 di Base menunjukkan mesin sudah memegang anggaran tetap, bukan sekadar demo. Di saat yang sama, infrastruktur dompet agen makin resmi dibuka lewat kerja sama Ripple dan Privy, sementara di Korea serangan siber yang diduga digerakkan agen AI justru menembus 16 perusahaan keuangan, termasuk dua bursa kripto.
Bottom line
Yang berubah hari ini bukan lagi kemampuan agen, melainkan letak izin dan rekeningnya. Angka Chainalysis memperlihatkan agen sudah rutin membelanjakan dana kecil secara berulang dan berkelanjutan, sementara pembukaan dompet terprogram di XRP Ledger membuat makin banyak perangkat lunak bisa memegang kunci pembayaran sendiri. Karena itu urutan paling aman untuk tim yang menyiapkan agen layanan tetap sama: batasi izin sebelum menaikkan anggaran, petakan setiap titik sambungan ke jaringan luar, dan siapkan jalur penghentian sejak awal.